Nama : Praptiwati Tanggal : 7 Juni 2010
Mata Kuliah : Bahasa dan Kebudayaan Judul :Pola-pola komunikasi
POLA-POLA KOMUNIKASI
Dalam proses pendidikan sering kita jumpai kegagalan-kegagalan dalam menciptakan generasi muda yang berilmu dan berpengetahuan lebih, hal ini biasanya dikarenakan lemahnya sistem komunikasi antara seorang pengajar dan anak didiknya. Untuk itu, pendidik perlu mengembangkan pola komunikasi yang efektif dalam proses belajar mengajar. Komunikasi dalam pendidikan yang penulis maksudkan disini adalah hubungan atau interaksi antara pendidik dengan peserta didik pada saat proses belajar mengajar berlangsung, atau di sebut dengan istilah lain yaitu hubungan aktif antara pendidik dengan peserta didik.
Ada tiga pola komunikasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan interaksi yang dinamis antara guru dengan siswa, yaitu:
1. komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah, dalam komunikasi ini guru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi. Guru aktif dan siswa pasif. Ceramah pada dasarnya adalah komunikasi satu arah, atau komunikasi sebagai aksi. Komunikasi jenis ini kurang banyak mencerna atau menghidupkan kegiatan siswa dalam belajar.
2. Komunukasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah. Pada komunikasi ini guru dan siswa dapat berperan sama yaitu pemberi aksi dan penerima aksi. Disini, sudah terlihat hubungan dua arah, tetapi terbatas antara guru dan pelajar secara indivudual. Antara pelajar dan pelajar tidak ada hubungan. Pelajar tidak dapat berdiskusi dangan teman atau bertanya sesama temannya. Keduanya dapat saling memberi dan menerima. Komunikasi ini lebih baik dari pada komunikasi yang pertama, sebab kegiatan guru dan kegiatan siswa relative sama.
3. Komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai transaksi, Komunikasi ini tidak hanya melibatkan interaksi yang dinamis antara guru dengan siswa tetapi juga melibatkan interaksi yang dinamis antara siswa yang satu dengan yang lainnya dalam artian siswa bisa berdiskusi dengan sesama temannya yang dipandu oleh seorang pelajar. Proses belajar mengajar dengan pola komunikasi ini mengarah kepada proses pengajaran yang mengembangkan kegiatan siswa yang optimal, sehingga menumbuhkan siswa belajar aktif. Diskusi dan simulasi merupakan strategi yang dapat mengembangkan komunikasi ini.[1]
Dalam kegiatan mengajar, siswa memerlukan sesuatu yang memungkinkan dia berkomunikasi secara baik dengan guru, teman, maupun dengan ligkungannya. oleh karena itu, dalam proses belajar mengajar terdapat dua hal yang ikut menentukan keberhasilannya yaitu pengaturan proses belajar mengajar dan pengajaran itu sendiri yang keduanya mempunyai ketergantungan untuk menciptakan situasi komunikasi yang baik yang memungkinkan siswa untuk belajar secara efektif.
Bentuk komunikasi
1. Bentuk Komunikasi berdasarkan
a. Komunikasi langsung
Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat.
Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat,misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita.
A--------àß-----------B
b. Komunikasi tidak langsung
Tempat Sampah
Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dll.
Contoh : “ Buanglah sampah pada tempatnya
[1] Nana Sudjana,1989
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar