Nama : Mashadi
Nim :108015000036
Kelas : P.IPS IV B
Sebagai tugas UAS Mata Kuliah Bahasa dan Kebudayaan
Konsep dasar semiotika
Semiotika merupakan sebuah model ilmu pengetahuan sosial dalam memahami dunia sebagai system hubungan yang memiliki unit dasar yang disebut “tanda”. Semiotika berasal dari kata yunani, semeion yang berarti tanda. Tanda itu sendiri didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat mewakili sesuatu yang lain atas dasar konvensi sosial (Umberto Eco: 1976; 16). Istilah semiotika sering digunakan dengan istilah semiologi. Biasanya semiotika lebih mengarah pada tradisi Piercean, sementara istilah semiologi banyak digunakan oleh saussure. Keduanya merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara signs (tanda-tanda) berdasarkan kode-kode tertentu, tanda-tanda tersebut akan tampak pada tindakan komunikasi manusia lewat bahasa, baik lisan maupun isyarat.
Jadi, semiotika adalah ilmu tentang tanda-tanda. Ilmu ini menganggap bahwa fenomena sosial atau masyarakat dan kebudayaanya merupakan tanda-tanda. Artinya, semiotika mempelajari sistem-sistem, aturan-aturan, konvensi-konmensi yang memungkinkan tanda-tanda tersebut mempunyai arti. Dengan kata lain, semiotika mempelajari relasi antara komponen-komponen tanda, serta relasi antara komponen-komponen tersebut dengan masyarakat penggunanya. Semiotika pada dasarnya dapat dibedakan ke dalam tiga cabang penyelidikan, yaitu sintaktika (sintaksis), semantika (semantik) dan pragmatika (pragmatik).
Sintaktika adalah cabang penyelidikan semiotika yang mengkaji hubungan formal diantara satu tanda dengan tanda-tanda lain. Dengan kata lain, karena hubungan-hubungan formal ini merupakan kaidah-kaidah yang mengendalikan tuturan dan interpretasi, maka pengertian sintaktik kurang lebih adalah semacam “gramatika”.
Semantika adalah cabang penyelidikan semiotika yang mempelajari hubungan diantara tanda-tanda dengan designata atau obyek-obyek yang diacunya. Yang dimaksud designata adalah makna tanda-tanda sebelum digunakan di dalam tuturan tertentu.
Pragmatika adalah cabang penyelidikan semiotika yang mempelajari hubungan diantara tanda-tanda dengan interpreter-interpreter atau para pemakai tanda-tanda. Pragmati secara khusus berurusan dengan aspek-aspek komunikasi, khususnya fungsi-fungsi situsional yang melatari tuntutan (Kris Budiman 2003;5).
Daftar pustaka
Drs Muzaki Ahmad Kontribusi Semiotika dalam Memahami Bahasa Agama UIN-Malang Press hal 9-12
Drs Muzaki Ahmad Kontribusi Semiotika dalam Memahami Bahasa Agama UIN-Malang Press hal
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar